Seminar Proposal Kegiatan TA 2026: Tranformasi BRMP menjadi BBRMP Kalimantan Barat
Melalui transformasi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) menjadi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Barat. Perubahan status ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2025. Peningkatan status menjadi "Balai Besar" ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah mandat baru untuk memperluas jangkauan dan memperkuat tusi utama dalam perakitan serta penerapan teknologi modern di Kalimantan Barat.
Untuk itu, Senin (9/2), BBRMP Kalbar menyelenggarakan Seminar Proposal Kegiatan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.), beliau menekankan bahwa ini merupakan langkah awal BBRMP Kalbar dalam memperkuat tusi perbenihan dan penerapan teknologi pertanian modern di Kalimantan Barat. Kegiatan dihadiri oleh Penanggung Jawab Kegiatan, Penyuluh dan Fungsional lainnya, serta Tim IP2MP di 3 (tiga) lokasi. Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Kantor BBRMP Kalimantan Barat, dengan beberapa rencana kegiatan TA 2026 yang dipaparkan sebagai berikut:
1. Pengujian Instrumen Pertanian oleh Astri Oktafiani, S.P.
2. Pengembangan platform pemangku kepentingan publikswasta (ICARE) oleh M. Zuhran, SST., M.P.
3. Produksi Benih Sumber Jagung Spesifik Lokasi (5 Ton) oleh Didik Saifuddin Anshori, S.T.P.
4. Produksi Benih Sumber Tanaman Hortikultura Lainnya Spesifik Lokasi (Alpukat 2148 Batang) oleh Trisna Yasi Agung Wibowo, SST.
5. Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi (FS 25 Ton) oleh Sanusi, SST.
6. Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi (SS 120 Ton) oleh Sution, S.P., M.P.; Astri Oktafiani, S.P.; Tietyk Kartinaty, S.P., M.P.; dan Ir. Sari Nurita
7. Produksi Benih Sumber Kedelai Spesifik Lokasi (2 Ton) oleh Linda Yulinda Asri, SST., M.P.
8. Produk Teknologi Terapan Pertanian Adaptif dan Modern (Padi Sehat) oleh Agus Subekti, S.P., M.P.
9. Pemberdayaan IP2MP Sungai Kakap oleh M. Arifin Muflih, SST., M.P.
10. Pemberdayaan IP2MP Selakau oleh Ya'luqman Nurhakim, S.Tr.P.
11. Pemberdayaan IP2MP Simpang Monterado oleh M. Zuhran, SST., M.P.
Fokus utama tahun ini mencakup produksi benih sumber padi spesifik lokasi dengan target mencapai 120 ton untuk kelas SS dan 25 ton untuk kelas FS. Selain padi, BBRMP Kalbar juga memprioritaskan produksi benih jagung, kedelai, serta bibit hortikultura seperti alpukat untuk memenuhi kebutuhan petani khususnya di wilayah regional Kalimantan. Upaya ini didukung dengan rencana peningkatan kapasitas laboratorium pengujian tanah, mutu benih, dan beras menuju sertifikasi mandiri.
Tidak hanya soal kuantitas, aspek kualitas menjadi perhatian serius melalui penerapan paket teknologi "Padi Sehat" yang mengacu pada standar SNI 9356:2025. Melalui riset teknologi adaptif ini, diharapkan tingkat serangan penyakit dapat ditekan di bawah 10%, sehingga benih yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi.
Hal ini juga menyoroti penguatan program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment) yang menargetkan pendampingan bagi 7.000 petani di Kalimantan Barat. Melalui pembentukan 7 korporasi petani, program ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah rantai nilai produk pertanian, khususnya pada komoditas padi dan jeruk, sehingga pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan. Dengan semangat transformasi ini, BBRMP Kalimantan Barat berkomitmen dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui inovasi dan modernisasi pertanian yang berkelanjutan.